REMAJAKU

Ramai, riuh, penuh dengan tanda tanya dan keingin tahuan yang besar. Beginilah rasanya saat pertama kali menginjakkan kaki di SMAN 11 Yogyakarta. Sekolah kebangsaan ini pun resmi menjadi pembimbing dan batu loncatan menuju masa depan gemilang bagiku, bagi teman-teman juga. Alangkah baiknya aku mencari teman dan mencoba  mengenal lebih dekat tentang apa-apa yang ada di sekolah bekas SPG N 1 Yogyakarta ini.
MOP, agenda yang selalu diadakan OSIS SMAN 11 guna penyambutan peserta didik baru. Dari sinilah aku memulai debut pertamaku sebagai pelajar SMA. Selama kegiatan ini berlangsung, banyak sekali hal-hal menarik yang membuatku semakin betah berada di SMA N 11. Mulai dari game-game, pengenalan sekolah, sampai acara-acara yang membuat setiap peserta menjadi akrab satu sama lain. Efektif, kegiatan MOP telah membuatku berani membaur dengan teman-teman, walau kami memang berbeda.
Beberapa bulan berlalu saat aku belum berani membaur di kelas XC dan di lingkungan sekolah, kini aku telah sadar kalau masa-masa ini, masa-masa keemasan menjadi remaja yang bebas berekspresi dan menentukan jati diri. Tapi seperti apa, aku harus bagaimana agar jati diriku yang sesungguhnya bisa ku dapatkan?. Aku mulai berpikir, hidup itu memang pilihan, dan kau harus menanggung konsekuensinya. Dengan rasa insiatif yang berbeda dengan teman-temanku pada umumnya, aku mencoba mengikuti kegiatan demi kegiatan sekolah yang menurutku bermanfaat. Daripada ikut-ikutan menggerombol dalam kelompok yang tidak jelas tujuannya , seyogyanya kita harus menjadi orang bijak diatas dua pilihan.
Tanpa disadari, kini kita sudah kelas Xl. Aku diberi kepercayaan oleh sekolah untuk menepati kelas Xl IPA 3. Kelas baru berarti teman baru, dan kalimat itu memang benar adanya. Kami lebih sering menghabiskan waktu dengan bermain dan berorganisasi. Alangkah hebatnya kalau kita pandai membagi waktu antara belajar dan bermain. Masa remaja kami bisa dibilang menyenangkan, dan masa inilah yang menjadi titik kelemahan seorang remaja, mengapa?. Kebanyakan dari kita mudah terbujuk dan mudah diajak-ajak oleh orang lain untuk bersenang-senang dan kita akan terlena didalamnya. Dan sebagai pelajar yang bijak, lagi-lagi kita harus memilih. Pilihan ini yang berhasil ku ambil. Ya, dengan kegiatanku di sekolah aku dan teman-teman yang sejalan dengan pemikiranku berhasil menorehkan piala-piala tanda prestasi yang tentunya membanggakan orang tua dan sekolah. Aku sangat bersyukur memilih komunitas yang bisa menampung kreatifitas dan bakat yang aku miliki.
Kelas Xll IPA 3, kini kami harus mempersiapkan diri menjelang UNAS dan juga SNMPTN 2012. Segala macam senjata kami persiapkan demi kemenangan dalam pertempuran yang menentukan masa depan kami itu. Aku baru merasakan menjadi seorang pelajar yang sesungguhnya di kelas XII ini. Ya maklum, kan mau ujian. Sebenarnya tidak hanya itu, di kelas Xll ini kami lebih banyak berpikir, merenung, bahwa sosok seorang guru memanglah berpengaruh dalam proses menuju cita-cita. Coba kalian bayangkan, tanpa mereka kita mau jadi apa coba?. Nah, maka dari itu kita wajib patuh dan taat pada guru dimanapun dan sampai kapanpun. Sekali lagi jangan sekali-kali membangkang pada guru, karena sesungguhnya guru adalah orang tua kita di sekolah.
                               
                                                                                                                                                                Wendi-Ds

komik GJ

iseng2 buat komik, siapa tahu GJ , ato malah lebay
walau agak BWK maafkan saya

apa itu seni rupa?

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni, kriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.
Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.

komik?

Komik adalah suatu bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar tidak bergerak yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk jalinan cerita. Biasanya, komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks. Komik dapat diterbitkan dalam berbagai bentuk, mulai dari strip dalam koran, dimuat dalam majalah, hingga berbentuk buku tersendiri.

Posisi komik di dalam seni rupa

Komik menurut Laccasin (1971) dan koleganya dinobatkan sebagai seni ke-sembilan. Walaupun sesungguhnya ini hanya sebuah simbolisasi penerimaan komik ke dalam ruang wacana senirupa. Bukanlah hal yang dianggap penting siapa atau apa saja seni yang kesatu sampai kedelapan.
Menurut sejarahnya sekitar tahun 1920-an, Ricciotto Canudo pendiri Club DES Amis du Septième Art, salah satu klub sinema Paris yang awal, seorang teoritikus film dan penyair dari Italia inilah yang mengutarakan urutan 7 kesenian di salah satu penerbitan klub tersebut tahun 1923-an. Kemudian pada tahun 1964 Claude Beylie menambahkan televisi sebagai yang kedelapan, dan komik berada tepat dibawahnya, seni kesembilan.
Thierry Groensteen, teoritikus dan pengamat komik Perancis yang menerbitkan buku kajian komiknya pada tahun 1999 berjudul "Système de la bande dessinée (Formes sémiotiques)" yang akan terbit tahun 2007 menjadi "The System of Comics". Ia berbicara definisi seni kesembilan dalam pengantar edisi pertama majalah "9e Art" di Perancis. Menurutnya, yang pertama kali memperkenalkan istilah itu adalah Claude Beylie. Dia menulis judul artikel, "La bande dessinee est-elle un art?", dan seni kesembilan itu disebut pada seri kedua dari lima artikel di majalah "Lettres et Medecins", yang terbit sepanjang Januari sampai September 1964.
Baru kemudian pada tahun 1971, F. Laccasin mencantumkan komik sebagai seni kesembilan di majalah "Pour un neuvieme art", sebagaimana yang dikutip oleh Marcel Boneff pada 1972 di dalam Komik Indonesia .
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver